Memasuki Paruh Kedua Bulan Ramadhan, Amalan Qunut dalam Shalat Witir
Umat Islam kini telah memasuki pertengahan bulan Ramadhan. Hari ini, Jumat (6/3/2026) atau 16 Ramadhan 1447 H, menjadi momen penting dalam menjalani ibadah puasa. Pada periode ini, terdapat amalan khusus yang dianjurkan, yaitu membaca doa qunut pada akhir shalat witir setelah rangkaian shalat tarawih.
Doa qunut pada paruh akhir bulan Ramadhan hukumnya sunnah. Artinya, jika dilakukan akan mendapatkan pahala, sedangkan jika ditinggalkan tidak berdosa. Hal ini didasarkan pada berbagai dalil yang berasal dari atsar (perkataan para sahabat Nabi) dan pendapat para ulama salaf yang tercantum dalam kitab-kitab klasik.
Salah satu sumber utama adalah keterangan dari Imam al-Hafiz al-Baihaqi (wafat 458 H) dalam kitabnya. Beliau meriwayatkan bahwa Ubay bin Ka’ab pernah mengimami shalat witir di bulan Ramadhan dan membaca qunut pada setengah akhir bulan tersebut. Riwayat ini menunjukkan bahwa amalan qunut memiliki dasar kuat dalam tradisi keagamaan umat Islam.
Hukum Membaca Doa Qunut
Menurut keterangan Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam karyanya, para ulama mazhab Syafi’i menganjurkan membaca doa qunut pada shalat Witir di separuh terakhir bulan Ramadhan. Hal ini sejalan dengan pandangan para ulama lainnya yang menegaskan bahwa qunut pada masa itu merupakan amalan yang disunnahkan.
Berikut adalah teks lengkap doa qunut beserta terjemahan dan pelafalannya:
Teks Doa Qunut:
اَللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، وَأَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Pelafalan Latin:
Allahummahdina fi man hadait. Wa ‘afina fi man afait. Wa tawallana fi man tawallait. Wa barik lana fi ma a’thait. Wa qina syarra ma qadhait. Fa innaka taqdhi wa la yuqdha alaik. Wa innahu la yudzillu man walait. Wa la ya’izzu man ‘adait. Tabarakta rabbana wa ta’alait. Fa lakal hamdu ‘ala ma qadhait. Wa astaghfiruka wa atubu ilaik. Wa shallallahu ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala ‘alihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya:
“Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”
Jenis Doa Qunut di Bulan Ramadhan
Pada dasarnya, bacaan doa qunut di separuh bulan Ramadhan sama halnya dengan doa qunut yang biasa dibaca dalam shalat Subuh. Namun, pada waktu tersebut, qunut lebih sering dibaca sebagai bentuk permohonan khusus kepada Allah SWT dalam menjalani bulan suci ini.
Amalan ini dapat diamalkan mulai malam ke-16 Ramadhan. Sebagaimana dijelaskan oleh para ulama Syafi’i, bacaan qunut tersebut hukumnya sunnah dan tidak berbeda dengan bacaan qunut dalam shalat Subuh. Dengan demikian, umat Islam dapat melaksanakannya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











