Pemantauan Harga Bahan Pokok di Pasar Legi Ponorogo
Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan pemantauan harga dan stok bahan pokok dan penting (Bapokting) di Pasar Legi Ponorogo. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga komoditas pangan, terutama menjelang bulan Ramadan.
Tim Bapanas bekerja sama dengan Perum Bulog Ponorogo, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan), Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperdagkum), serta Polres Ponorogo. Mereka mengunjungi lantai 2 pasar untuk mengecek langsung harga dan stok berbagai komoditas.
Harga Bawang hingga Beras Terpantau Stabil
Selama pemantauan, tim juga memeriksa harga dan stok telur ayam, bumbu dapur seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih. Selain itu, mereka juga mengecek komoditas peternakan seperti daging ayam dan daging sapi.
Hasil dari pemantauan tersebut menunjukkan bahwa harga bawang merah berkisar antara Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. Sedangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Pedagang (HAP) adalah Rp 36.500 sampai Rp 41.500 per kilogram.
Harga bawang putih mencapai Rp 29 ribu per kilogram, sementara HET/HAPnya adalah Rp 38 ribu per kilogram. Beras medium dijual antara Rp 12.900 hingga Rp 13.300 per kilogram, dengan HET/HAP sebesar Rp 13.500 per kilogram. Beras premium dijual Rp 15.000 per kilogram, sedangkan HET/HAPnya adalah Rp 14.900 per kilogram.
Beras SPHP dijual seharga Rp 11.500 per kilogram, dengan HET/HAP Rp 12.500 per kilogram. Cabai merah besar dijual Rp 20 ribu per kilogram, dengan HET/HAP antara Rp 37 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. Cabai merah kering dijual Rp 35 ribu per kilogram, dengan HET/HAP antara Rp 37 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. Cabai rawit dijual Rp 90 ribu per kilogram, dengan HET/HAP antara Rp 40 ribu hingga Rp 57 ribu per kilogram.
Untuk daging ayam ras, harga jualnya mencapai Rp 38 ribu per kilogram, dengan HET/HAP Rp 40 ribu per kilogram. Daging sapi paha belakang dijual Rp 130 ribu per kilogram, dengan HET/HAP Rp 140 ribu per kilogram. Daging sapi paha depan dijual Rp 125 ribu per kilogram, dengan HET/HAP Rp 130 ribu per kilogram.
Gula pasir kemasan dijual seharga Rp 17.500 per kilogram, dengan HET/HAP Rp 17 ribu per kilogram. Telur ayam ras dijual Rp 28.500 per kilogram, dengan HET/HAP Rp 30 ribu per kilogram.
Edukasi HET dan Jaminan Stok Aman
Maya Safrina, Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Bapanas, menyampaikan bahwa harga Bapokting di Pasar Legi Ponorogo masih stabil. Beberapa komoditas bahkan mengalami penurunan harga. Contohnya, cabai rawit yang awalnya dijual Rp 100 ribu per kilogram turun menjadi Rp 90 ribu per kilogram.
Untuk Minyakita dan Beras SPHP, beberapa pedagang menjual di bawah HET/HAP. Misalnya, Minyakita dijual seharga Rp 15.500 per liter, sedangkan HET/HAPnya adalah Rp 15.700 per liter. Namun, ada juga komoditas yang dijual di atas HET/HAP, seperti beras premium yang dijual Rp 15.000 per kilogram, padahal HET/HAPnya hanya Rp 14.900 per kilogram.
“Beras tadi dijual 15.000 harusnya 14.900, saya rasa bukan suatu yang diatas HET. Mereka bisa jual sekian kan apalagi kalau belanja gabungan dengan barang lain,” ujarnya.
Selain mengecek harga, Bapanas juga memberikan edukasi kepada pedagang tentang HET dan HAP. Mereka memasang banner dari Polres agar pembeli mengetahui harga acuan. Hal ini bertujuan untuk mencegah fluktuasi harga yang tidak stabil.
Stok Beras dan Minyakita Aman
Di sisi lain, Perum Bulog Ponorogo menyatakan bahwa stok beras dan Minyakita aman. Ada sekitar 60.000 ton beras yang tersimpan di gudang Bulog Ponorogo. Sementara untuk Minyakita, Bulog Ponorogo meminta tambahan pasokan dari Kanwil Bulog Jatim.
“Januari lalu sekitar 100 sampai 200 ribu liter. Sekarang sudah 300 ribu liter,” ujar Budiwan Santoso, Pinca Bulog Ponorogo, saat ditemui di Pasar Legi Ponorogo.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”











