Kemenangan Celtic di Leg Kedua, Stuttgart Lolos ke Babak Berikutnya
Pada leg kedua playoff fase gugur Liga Europa atau UEFA Europa League 2025/2026, VfB Stuttgart harus mengakui keunggulan Celtic dengan skor akhir 0-1. Pertandingan berlangsung di MHPArena, Stuttgart, pada Jumat (27/2). Meskipun kalah di kandang sendiri, Stuttgart tetap memastikan diri melaju ke babak berikutnya berkat keunggulan agregat 4-2.
Gol Cepat Celtic Memicu Tekanan Besar
Celtic langsung memberikan kejutan pada menit pertama pertandingan. Luke McCowan mencetak gol cepat melalui tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan Junior Adamu. Bola mengarah ke sudut kiri bawah gawang dan gagal dijangkau kiper Alexander Nübel, membuat Celtic unggul 1-0.
Gol cepat itu memicu respons cepat dari Stuttgart. Tim asal Jerman mulai meningkatkan intensitas serangan. Penguasaan bola mulai mendominasi, dan beberapa peluang tercipta, termasuk dari Jamie Leweling pada menit ke-12. Namun, upaya tersebut masih bisa digagalkan oleh kiper Celtic, Viljami Sinisalo, yang tampil sigap.
Tekanan Berlanjut hingga Babak Pertama Berakhir
Stuttgart terus menekan sepanjang babak pertama. Badredine Bouanani dan Tiago Tomas juga mendapatkan peluang, tetapi penyelesaian akhir yang kurang akurat serta solidnya lini belakang Celtic membuat skor tetap tidak berubah hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Stuttgart langsung tampil agresif. Mereka memperoleh beberapa peluang beruntun melalui Badredine Bouanani dan Josha Vagnoman, tetapi usaha itu masih gagal membuahkan gol untuk menyamakan kedudukan.
Tekanan Stuttgart semakin intens memasuki pertengahan babak kedua. Pada menit ke-65, Bouanani kembali mengancam melalui tembakan dari sisi kanan kotak penalti, tetapi Sinisalo kembali menunjukkan ksigapannya untuk menggagalkan peluang itu.
Gagal Menyamakan Skor, Stuttgart Tetap Melaju
Stuttgart sempat berpikir mereka berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-75 melalui Deniz Undav. Namun, gol itu dianulir setelah tinjauan VAR menunjukkan adanya posisi offside dalam proses terjadinya gol, sehingga skor tetap 1-0 untuk Celtic.
Meski gol itu dibatalkan, Stuttgart tidak mengendurkan serangan. Chris Führich, Ramon Hendriks, dan Undav bergantian mencoba membobol gawang Celtic, tetapi Sinisalo masih tangguh dengan melakukan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menggagalkan peluang Führich pada menit ke-87.
Di sisi lain, Celtic juga sempat mengancam melalui Sebastian Tounekti pada menit ke-90, tetapi tembakannya masih dapat diamankan Nubel. Pada masa tambahan waktu, Stuttgart terus berusaha mencari gol penyeimbang. Peluang terbaik datang melalui sundulan Ermedin Demirovic pada menit ke-91, tetapi bola masih melebar dari sasaran.
Hasil Akhir dan Kesuksesan Stuttgart
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 untuk kemenangan Celtic tetap tidak berubah. Meskipun demikian, Stuttgart tetap memastikan diri melaju ke babak berikutnya UEFA Europa League berkat keunggulan agregat 4-2 setelah sebelumnya meraih hasil lebih baik pada leg pertama.
Komentar Pelatih Stuttgart
Pelatih VfB Stuttgart, Sebastian Hoeness, mengakui timnya mengalami awal yang sangat sulit setelah kebobolan cepat, tetapi tetap menilai keberhasilan VfB Stuttgart lolos ke babak 16 besar sebagai pencapaian bersejarah.
Sebastian Hoeness menilai hasil pertandingan tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya laga karena timnya menciptakan cukup banyak peluang, meski kurang efektif dalam penyelesaian akhir. Hoeness menegaskan bahwa target utama tim ialah memastikan kelolosan dan misi itu berhasil dicapai.
“Pertandingan tidak dapat dimulai dengan lebih buruk, kebobolan setelah 30 detik selalu sulit diterima. Kami sebenarnya bisa mendapatkan hasil lebih dari pertandingan ini karena skor tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya laga,” kata sang pelatih.
“Kami hanya perlu lebih klinis di kotak penalti. Pada akhirnya, tujuan kami ialah lolos ke babak berikutnya dan kami berhasil melakukannya, misi tercapai. VfB saat ini mencapai babak 16 besar kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam 13 tahun dan ini merupakan keberhasilan bersejarah,” ujar Hoeness.











