Semakin Banyak Daerah di Jawa Tengah Berminat Membentuk Kawasan Industri
Sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah tengah berupaya untuk membentuk kawasan industri. Tujuan utamanya adalah untuk mempercepat pengembangan kawasan ekonomi baru. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan bahwa ada sembilan daerah yang akan mengajukan diri sebagai kawasan industri.
Daerah tersebut meliputi Rembang, Demak, Kota Semarang, Kendal, Batang, Brebes, Cilacap, Banyumas, dan Kebumen. Setiap wilayah akan menyesuaikan pembukaan kawasan industri dengan potensi yang dimiliki masing-masing daerah. Dengan adanya kawasan industri, diharapkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dapat terbentuk secara lebih merata.
Selain fokus pada kawasan industri, Pemprov Jawa Tengah juga tetap memberikan perhatian pada sektor UMKM. Menurut Luthfi, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian di level bawah dan bisa naik kelas ke skala yang lebih besar. Untuk itu, diperlukan pendampingan, modal, serta pemasaran yang lebih baik.
Sektor lain yang juga menjadi prioritas adalah ekonomi kreatif. Sektor ini dianggap mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Pemprov Jateng berencana mengembangkan lebih dari 1.000 desa wisata hingga tahun 2027. Namun, rencana ini tidak hanya sebatas pembentukan, melainkan juga dilengkapi dengan pembinaan teknis, pengelolaan, pendanaan, dan promosi.
Peran Komisi VII DPR dalam Pengembangan Kawasan Industri
Anggota Komisi VII DPR, Yoyok Riyo Sudibyo, menyatakan bahwa komisinya akan mengawasi penguatan kawasan industri di Jawa Tengah. Ia menegaskan bahwa jika diperlukan, regulasi akan disempurnakan agar investasi semakin kondusif. Menurutnya, Jawa Tengah kini menjadi tujuan relokasi industri karena upah kompetitif dan lahan yang masih tersedia.
“Industri dari Jawa Barat dan Jakarta pasti bergeser ke Jawa Tengah,” ujarnya saat melakukan kunjungan reses ke Jawa Tengah. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah agar tidak terjadi tumpang tindih aturan.
Kebumen Jadi Satu-satunya Daerah yang Lolos dalam IPRO
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menjelaskan bahwa beberapa kabupaten di Jawa Tengah berlomba-lomba ingin memiliki kawasan industri. Namun, hanya Kabupaten Kebumen yang lolos dalam Investment Project Ready to Offer (IPRO) atau proyek investasi yang siap ditawarkan untuk kawasan industri pada tahun 2026.
Beberapa daerah seperti Kabupaten Semarang, Brebes, Sragen, dan Klaten gagal di tengah jalan karena tidak memenuhi syarat. Salah satu alasan utamanya adalah luasan lahan yang tidak cukup. Selain itu, ada daerah yang sudah memenuhi luasan lahan namun terkendala karena lahan masuk dalam Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Sakina menjelaskan bahwa Jawa Tengah merupakan lumbung pangan nasional, sehingga pertanian dan industri harus saling mendukung. Kebumen berhasil memenuhi berbagai syarat standar kawasan industri, termasuk luasan lahan yang memadai dan tidak terkait dengan area pertanian.
Perkembangan Kawasan Industri di Jawa Tengah
Pengembangan kawasan industri di Jawa Tengah kini sedikit demi sedikit digeser ke wilayah tengah dan selatan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban kawasan industri yang sudah banyak berada di pantura. Selain Kebumen, daerah seperti Purbalingga, Banjarnegara, dan Purworejo juga dinilai memiliki potensi yang cukup besar.
Sakina menambahkan bahwa saat ini pihaknya sedang memproses langkah selanjutnya untuk penyusunan IPRO di Kebumen. Rencananya, kawasan industri ini akan ditawarkan kepada investor agar mereka tertarik dan akhirnya melakukan penanaman investasi.











