Kebisingan Lapangan Padel Mengganggu Warga Jalan Haji Nawi
Warga di kawasan Jalan Haji Nawi, Kelurahan Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, mengeluhkan kebisingan luar biasa yang berasal dari operasional lapangan padel di sebelah rumah mereka. Dentuman bola padel, keriuhan para pengunjung, serta suara-suara lainnya membuat warga terganggu. Bahkan, kebisingan tersebut berdampak pada kesehatan dan kenyamanan warga.

Suara Bising yang Mengganggu Kehidupan Harian
Para warga seperti Naufal Arsyad dan Idham Rahmanarto mengeluhkan suara dentuman bola, teriakan pemain, dan gema benturan yang masuk ke rumah mereka. Hal ini menyebabkan aktivitas harian mereka terganggu.
“Kita merasa ketakutan. Kita biasanya membuka jendela setiap pagi, tapi sekarang kita takut karena suara bising dari lapangan padel,” keluh Idham.
Keberadaan lapangan padel juga memengaruhi ibadah, pekerjaan, dan kesehatan keluarga warga. Misalnya, ibu Idham mengalami peningkatan tekanan darah hingga 200 akibat stres dari kebisingan tersebut.

Mediasi antara Warga dan Pengelola Lapangan Padel
Menanggapi keluhan warga, Kelurahan Gandaria Selatan menggelar mediasi antara perwakilan warga dengan pengelola lapangan Fourthwall Padel. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyampaikan aspirasi masing-masing.
“Alhamdulillah mediasi berjalan baik. Kedua belah pihak saling memaafkan,” ujar Ikhsan usai mediasi.
Hasil dari mediasi ini adalah kesepakatan untuk memasang dinding soundproof dan pembatasan jam operasional. Namun, pihak pengelola menolak menutup total lapangan karena harus membayar tunjangan hari raya (THR) bagi karyawan mereka.

Kesepakatan yang Tidak Memuaskan Warga
Meskipun ada kesepakatan untuk memasang dinding soundproof dan mengurangi jam operasional hingga 50 persen, warga masih tidak puas. Salah satu perwakilan warga, Naufal, menyatakan bahwa tuntutan mereka seperti penghentian operasional dan evaluasi izin belum dikabulkan.
“Kami tidak puas. Kami tetap akan mendengar kebisingan meski jam operasional dikurangi,” ujar Naufal.
Ia menegaskan bahwa solusi satu-satunya adalah menghentikan seluruh operasional lapangan padel. Selain itu, ia meminta audit dan pemeriksaan izin oleh pemerintah terhadap Fourthwall Padel.

Lingkungan Residensial yang Terancam
Naufal menyampaikan alasan kuat mengapa lapangan padel harus berhenti beroperasi. Menurutnya, tempat tersebut berada di lingkungan residensial, sehingga warga berhak dilindungi dari gangguan suara dan getaran dari aktivitas komersial intensitas tinggi.
“Kami ingin dilindungi dari gangguan suara dan getaran. Kami berharap pemerintah mengevaluasi secara objektif,” ujarnya.
Warga tetap fokus pada tuntutan agar kehidupan mereka kembali seperti semula sebelum adanya lapangan padel.

Tanggapan Gubernur DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons keluhan warga dan menyatakan akan memanggil seluruh pemangku kepentingan terkait masalah ini. Ia menegaskan akan menindak tegas jika terbukti operasional lapangan padel tidak sesuai aturan izin.
“Saya akan meminta untuk dipresentasikan dan bagi daerah-daerah yang kemudian mengganggu masyarakat karena tidak sesuai dengan izin yang diberikan, Pemerintah DKI Jakarta tidak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas,” ujar Pramono.
Pramono menekankan bahwa berbagai laporan warga akan dibahas untuk memastikan dampak operasional tidak merugikan masyarakat sekitar.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”










