Keluhan Warga terhadap Penggunaan Lapangan Padel di Gandaria Selatan
Warga sekitar Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, mengeluhkan penggunaan lapangan padel yang dinilai tidak sesuai dengan aturan. Masalah ini muncul karena adanya kebisingan yang mengganggu aktivitas sehari-hari warga sekitar.
Lapangan padel tersebut awalnya dibangun dengan izin bangunan kafe. Namun, seiring berjalannya waktu, kawasan tersebut berubah menjadi tempat bermain padel. Hal ini menimbulkan keluhan dari warga setempat.
Izin dan Perizinan yang Tidak Jelas
Lurah Gandaria Selatan, Ikhsan Kamil, menjelaskan bahwa awalnya kawasan tersebut memiliki izin untuk usaha parkir dan kafe. Setelah itu, pihak pengelola membangun tambahan berupa lapangan padel.
Izini tersebut diperoleh melalui sistem submisi tunggal atau online single submission (OSS), yang memberikan nomor induk berusaha (NIB). Namun, sampai saat ini, izin persetujuan bangunan gedung (PBG) belum dikeluarkan.
“Itunya sudah ada NIB-nya. Untuk PBG sudah selesai sidang, tapi untuk nomornya belum keluar,” ujar Ikhsan.
Penjelasan dari Pengelola
Perwakilan pengelola Fourthwall Padel, Fajar Ediputra, mengatakan bahwa perizinan mereka sudah sesuai dengan aturan. Meskipun ia tidak tahu secara detail tentang proses perizinan, ia memastikan bahwa semua izin telah diperoleh.
Fajar juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mengevaluasi dinding yang digunakan untuk mengurangi kebisingan. Mereka berencana menambah lapisan dinding dengan material yang kedap suara (soundproof).
“Kami akan memperkuat dinding kami supaya suara-suara yang dihasilkan dari lapangan padel itu bisa teredam di dalam tidak mengganggu apa yang ada di luar,” ujarnya.
Jam Operasional yang Diubah
Selain itu, jam operasional Fourthwall Padel akan dipangkas selama pemasangan lapisan kedap suara yang dilakukan selama bulan puasa. Jam operasional yang semula dimulai pukul 06.30 WIB sampai 23.30 WIB, dipangkas menjadi dimulai pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB.
Namun, warga terdampak, Naufal (27), tidak puas dengan penawaran ini. Menurutnya, solusi terbaik adalah dengan menghentikan operasional usaha secara penuh.
“Jika aktivitas ini dapat berjalan tanpa mengganggu lingkungan hunian, maka penghentian operasional menjadi langkah paling logis,” kata Naufal.
Masalah Awal yang Sudah Diketahui
Masalah pembangunan lapangan padel ini sebetulnya sudah dipertanyakan warga sejak awal. Mereka beberapa kali melaporkan soal pembangunan itu lewat aplikasi JAKI. Sebab, mereka tidak mendapat informasi sama sekali terkait tujuan pembangunan itu.
“Jadi benar-benar tidak ada konfirmasi ataupun tidak ada informasi bahwa ‘Oh, ini bakal dibangun lapangan Padel.’ Dari RT/RW juga enggak ada,” kata warga lainnya, Idham.
Gangguan Kebisingan yang Dirasakan
Gangguan kebisingan ini dirasakan warga sejak akhir Januari lalu, saat lapangan padel privat itu baru beroperasi. Suara pantulan bola ke raket dan dinding yang terbuat dari polycarbonate, teriakan, dan umpatan silih berganti mengagetkan penghuni rumah.
Suara-suara itu dinilai mengganggu kualitas tidur penghuni rumah tersebut.
“Itu terdengar sampai ke rumah kami. Dan itu mengganggu, ya terutama tidur, saat kerja di rumah, apalagi istri saya seringnya bekerja di rumah kan. Mengganggu anak saya, dan itu mengubah pola hidup kita menjadi lebih tidak sehat,” tutur warga terdampak, Idham, saat ditemui di kediamannya, Rabu.
Dalam seminggu, mereka bisa membuat tiga laporan berkaitan dengan keluhan ini. Namun, laporan itu tak diindahkan.
Protes yang Tidak Diindahkan
Idham juga sudah mendatangi pengelola untuk menyampaikan protesnya. Mereka meminta agar dinding yang terbuat dari polikarbonat diganti dengan material yang lebih tahan suara.
Namun, pihak pengelola menolak dengan alasan sudah menggunakan material berstandar internasional.
“Waktu itu kami meminta tolong dipasangkan peredam. Sampai ada peredam, tolong jangan beroperasi dulu. Itu dua hal itu yang kita minta. Dan pengelola menolak. Karena secara bisnis tentu tidak menguntungkan,” ungkap dia.
Idham kemudian memutuskan mengunggah video keluhannya itu ke media sosial sampai akhirnya mendapat atensi dari pihak pemerintah.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”










