Persiapan Jawa Tengah Menuju PON NTT-NTB 2028
Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Tengah telah memulai langkah-langkah strategis untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) NTT-NTB 2028. Meskipun ajang tersebut masih dua tahun lagi, program penjaringan atlet sudah disiapkan secara bertahap melalui berbagai kejuaraan.
Salah satu langkah penting adalah memantau sejumlah atlet dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah (Porprov) 2026 Semarang Raya yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Porprov 2026 diproyeksikan menjadi gerbang awal pembentukan kerangka tim Jawa Tengah untuk menghadapi babak kualifikasi PON atau Pra PON pada 2027.
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) TI Jateng, Derry Dermansyah, menjelaskan bahwa para atlet saat ini sudah menjalani pemusatan latihan (TC) di kabupaten/kota masing-masing sebagai bagian dari persiapan Porprov. Hasil dari Porprov akan menjadi ajang seleksi untuk pemilihan tim untuk Pra PON di 2027.
“Untuk persiapan Porprov, mereka sudah TC di kabupaten/kota mereka masing-masing. Dan hasil dari Porprov itu akan menjadi ajang seleksi untuk pemilihan tim untuk Pra PON di 2027,” ujar Derry, Minggu (22/2/2026).
Menurutnya, hasil Porprov tidak hanya akan dilihat dari para peraih medali emas, tetapi juga atlet-atlet potensial yang masuk dalam radar pemantauan. TI Jateng ingin memastikan proses regenerasi berjalan seiring dengan target prestasi.
“Jadi nanti hasil dari Porprov itu nanti kita pantau baik itu yang juara maupun yang ada atlet pantauan. Tentunya kita juga ingin regenerasi. Tentunya kita juga akan memanggil atlet muda juga untuk mereka punya pengalaman sparing partner dengan senior-seniornya,” lanjutnya.
Derry menilai, dalam beberapa tahun terakhir, kekuatan Jawa Tengah mulai diperhitungkan di level nasional. Hal itu tercermin dari konsistensi Jateng menembus tiga besar dalam sejumlah event nasional, termasuk keberhasilan tim junior meraih gelar juara umum di ajang Popnas.
“Untuk sekarang kekuatan Jateng mulai diperhitungkan di nasional, karena di beberapa event kita selalu masuk dalam tiga besar. Atlet junior pun kemarin jadi juara pertama di Popnas. Dan itu menjadi bekal ke depan untuk atlet masa depan kita di tingkat nasional,” tegasnya.
Meski demikian, persaingan menuju PON 2028 dipastikan tidak mudah. Derry menyebut kekuatan utama masih berada di Pulau Jawa, terutama Jawa Barat dan DKI Jakarta. Selain itu, Kalimantan Timur juga mulai menunjukkan perkembangan signifikan berkat keberadaan Sekolah Khusus Olahraga (SKO) yang menopang regenerasi atlet muda mereka.
“Kekuatan sekarang masih di Pulau Jawa. Jabar, DKI. Kemudian Kaltim juga sekarang mulai merangsek karena mereka punya SKO. Jadi regenerasi mereka untuk juniornya mumpuni,” katanya.
TI Jateng sendiri mengakui masih memiliki pekerjaan rumah, khususnya di nomor poomsae. Untuk nomor kyorugi, Derry optimistis Jawa Tengah mampu bersaing.
“Terkuat masih Jabar dan DKI. Kita masih kurang di poomsae. Kalau kyorugi kita yakin lah. Untuk poomsae memang masih perlu kita benahi,” jelasnya.
Pengalaman mengikuti sejumlah event sepanjang 2025, seperti PON Beladiri dan Pomnas, juga dimanfaatkan untuk memetakan kekuatan lawan. Dari sana, TI Jateng menyusun strategi jangka panjang agar lebih siap saat Pra PON 2027 tiba.
“Memang pantauan dari beberapa event kemarin terutama di 2025 itu ada PON Beladiri dan Pomnas. Kita juga melihat pemetaan lawan dari situ juga. Jadi walaupun masih jauh, kita preparenya dari jauhnya juga,” pungkas Derry.
Dengan pola seleksi berjenjang melalui Porprov 2026 dan evaluasi berkelanjutan di berbagai event nasional, TI Jawa Tengah berharap mampu menjaga tradisi tiga besar sekaligus menyiapkan regenerasi yang solid menuju PON NTT-NTB 2028.
Di kesempatan yang sama, Ketua Harian TI Jateng Kolonel Inf Lukman Hakim menyampaikan, Jawa Tengah punya potensi besar sebagai penyumbang atlet ke Pelatnas. Perhatian Pengprov TI Jateng kepada atlet juga ditunjukkan lewat pemberian tali asih untuk atlet berprestasi di tahun 2025.
Pemberian berlangsung di Gedung PGRI Kabupaten Semarang, di kompleks GOR Pandanaran Wujil, Sabtu (21/2) sore kemarin. Turut hadir dalam kesempatan itu Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, serta jajaran pimpinan KONI Jawa Tengah.
“Kita TI Jateng memberikan apresiasi bagi atlet berprestasi baik dari kancah daerah, nasional maupun internasional. Ini menjadi bentuk perhatian kami dengan harapan bahwa atlet bisa lebih berprestasi lagi. Saya yakin Jateng gudangnya atlet jika kita melakukan pembinaan serius,” kata dia.
Terkait pemberian tali asih, ia menyebut bukan hanya atlet namun juga sejumlah pengkab/Pengkot TI mendapat bantuan alat olahraga berupa matras sebagai penunjang latihan.
“Tali asih yang diberikan berupa uang pembinaan dan kita juga berikan TI tingkat kabupaten/kota. Ada beberapa kita berikan perlatan olahraga seperti matras yang mungkin masih kurang,” kata dia.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











