"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Lomba Sepak Bola Putri Solo 2025/2026, Bakat Muncul di Seri Kedua

Turnamen Sepak Bola Putri MilkLife Soccer Challenge Solo Seri Kedua Berlangsung

Turnamen sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Solo seri kedua 2025/2026 berlangsung dari tanggal 10 hingga 15 Februari 2026 di Lapangan Kota Barat dan Lapangan Banyuanyar. Acara ini kembali menarik antusiasme para siswi SD dan MI di Kota Solo serta sekitarnya.

Seri kedua ini diikuti oleh sebanyak 1.618 siswi yang berasal dari berbagai sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Meskipun jumlah peserta sedikit lebih sedikit dibanding seri pertama, antusiasme para peserta tetap terjaga. Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap olahraga sepak bola putri semakin berkembang.

Pelatih kepala MilkLife Soccer Challenge Solo, Maya Susmita, menyampaikan bahwa para siswi tersebut termotivasi untuk menjadi calon pemain sepak bola wanita handal di masa depan. Mereka tidak hanya bermain dalam turnamen, tetapi juga melakukan latihan rutin dan mengikuti Sekolah Sepak Bola (SSB) untuk meningkatkan kemampuan mereka.

“Banyak talenta putri Solo yang mulai terlihat. Motivasi mereka bertambah, keinginan untuk ikut nasional juga bertambah,” ujar Maya. Ia menambahkan bahwa melalui turnamen ini, para siswi akan dipantau langsung oleh tim pencari bakat, sehingga mereka bisa merasakan persaingan yang nyata.

Tidak hanya antar sekolah, tetapi juga antarkota. Nantinya, pemain terbaik dari setiap kota akan mewakili kota tersebut dalam pertandingan MilkLife Soccer Challenge All Star yang akan digelar di Supersoccer Arena, Kudus pada Juni 2026 mendatang. Solo pernah mencapai babak final di level tersebut pada seri sebelumnya.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan bagi para siswi tersebut masuk radar Timnas Putri Indonesia untuk menjalani seleksi. Hal ini dikarenakan adanya sosok Timo Scheunemann dari tim pencari bakat di MilkLife Soccer Challenge. Ia juga merupakan pelatih Timnas Putri Indonesia U16.

Pada seri kedua ini, Maya melihat mulai bertebaran talenta-talenta baru dan berbeda dengan seri sebelumnya dari kota Solo. Inilah yang mereka harapkan, perbedaan dari kemampuan siswi agar bisa melengkapi tim All Star Solo.

“Saya juga melihat ada beberapa anak baru dengan kriteria yang lebih dari All Star sebelumnya,” ungkap Maya. “Misalnya dari posisinya yang tadinya hanya ada satu sub, tapi di seri ini ternyata dia lebih unggul.”

Permainan dalam Turnamen MLSC

Format pertandingan yang digunakan dalam turnamen MilkLife Soccer Challenge di setiap kategori usia adalah 7 vs 7 yang berlangsung dalam dua babak. Masing-masing babak berdurasi 10 menit ditambah waktu istirahat 5 menit.

Tidak hanya kelompok usia 10 dan 12 tahun saja, MilkLife Soccer Challenge juga menggelar Festival SenengSoccer untuk kelompok usia 8 tahun. Festival tersebut bertujuan untuk menumbuhkan rasa gembira dan menyukai permainan sepak bola sedari dini.

Pada seri 2 di Solo, sebanyak 89 peserta dari 26 SD dan MI di kota Solo dan sekitarnya yang mengikuti festival ini. Sementara di kelompok usia 10 dan 12 tahun di MilkLife Soccer Challenge diikuti dari 90 Sekolah Dasar (SD) dan MI yang terbagi ke dalam 64 tim KU 10 dan 85 tim KU 12.

Sosok Tera yang Menonjol

Satu di antara siswi yang menonjol dalam seri Solo yang kedua ini adalah Lourinda Divya Tera Avantika dari siswi kelas 5 MIN 9 Sragen. Tera sudah mengikuti turnamen ini sejak seri satu tahun 2024 lalu saat bermain di KU 10. Ia juga bermain di seri kedua, hingga yang terbaru bermain di kelompok usia 12 tahun.

“Awalnya waktu pertandingan sepak bola merasa sulit tapi aku tidak menyerah,” cerita Tera. “Aku terus berlatih di rumah bersama kakak dan ayah, aku juga ikut SSB.”

“Sekarang aku tidak merasa kesulitan dan lebih percaya diri menghadapi lawan. Aku bertekad untuk mengejar cita-citaku sebagai pemain timnas Indonesia,” harapnya.




Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *