Bandung: Potensi dan Tantangan dalam Pengembangan Kendaraan Listrik
Bandung, kota yang dikenal sebagai pusat wisata dan ekonomi di Jawa Barat, memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak kendaraan listrik di Indonesia. Dengan mobilitas tinggi di kawasan Cekungan Bandung, kemacetan dan polusi menjadi tantangan serius yang perlu segera diatasi. Hal ini mendorong pemerintah daerah mencari solusi jangka panjang melalui pengembangan transportasi berkelanjutan berbasis listrik.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Agus Didik Suseno, menyatakan bahwa transportasi berkelanjutan merupakan agenda bersama yang harus didorong oleh seluruh pemangku kepentingan. Ia menekankan bahwa kemacetan memiliki dampak luar biasa, baik dari sisi waktu, kelelahan fisik, maupun dampak ekonomi. Karena itu, transportasi berkelanjutan menjadi salah satu upaya bersama yang harus kita dorong.
Pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Bandung tidak bisa dilakukan secara mandiri. Dibutuhkan kolaborasi antara operator transportasi, pemerintah, hingga penyedia infrastruktur seperti PLN. Apalagi Bandung merupakan kota tujuan wisata yang akan menghadapi lonjakan mobilitas saat Ramadan dan Lebaran.
Bluebird sebagai Langkah Konkret
Sejalan dengan potensi tersebut, kehadiran armada listrik Bluebird di Bandung menjadi salah satu langkah konkret memperkuat ekosistem taxi listrik di daerah ini. General Manager Bluebird Group Bandung, Ken Edithya, menyebut transformasi kendaraan listrik Bluebird sudah dimulai sejak 2019. Sampai sekarang, pihaknya masih belajar terkait inovasi teknologi yang terus berkembang.
Pengembangan armada listrik merupakan bagian dari komitmen pihaknya menekan emisi gas buang hingga 50 persen pada 2030. Selain kendaraan listrik berbasis baterai, Bluebird juga mengoperasikan armada berbahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) sebagai transisi menuju energi yang lebih bersih.
Ken mengakui bahwa respons masyarakat terhadap kendaraan listrik cukup baik. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kota Bandung. Menurutnya, SPKLU yang memadai bisa mendorong wisatawan datang ke Bandung.
Dari sisi operasional, kendaraan listrik lebih sederhana dalam perawatan dibandingkan kendaraan konvensional. Meski demikian, investasi awal untuk unit kendaraan listrik masih relatif lebih tinggi. “Kalau dibandingkan kendaraan konvensional, perawatannya lebih simpel. Tapi dari sisi investasi memang kita harus berkorban lebih karena harga unitnya masih lebih tinggi,” jelas Ken.
Persiapan Layanan Saat Ramadan dan Lebaran
50 unit e-Bluebird berbasis kendaraan listrik BYD e6 turut memperkuat kesiapan layanan menjelang periode Ramadan dan Lebaran yang ditandai dengan perubahan pola perjalanan masyarakat. Pelanggan juga berkesempatan mendapatkan taksi listrik jika melakukan pemesanan melalui aplikasi.
Selama periode ini, layanan Bluebird banyak dimanfaatkan untuk perjalanan harian seperti berbuka puasa, ziarah, dan silaturahmi. Goldenbird dan Cititrans digunakan untuk perjalanan antar kota, serta Bigbird untuk kebutuhan rombongan, termasuk kegiatan komunitas dan keluarga besar.
Memasuki periode Lebaran, arus balik menjadi puncak permintaan layanan. Pada 2025, Bandung mencatatkan pertumbuhan transaksi Bluebird tertinggi dibandingkan kota lain, dengan kenaikan 37 persen dibandingkan periode sebelum Ramadan. Hal ini mencerminkan kebutuhan masyarakat akan layanan mobilitas yang andal selama libur panjang.
Peran Mobilitas dalam Sektor Pariwisata
Andika Indra, Ketua Tim Promosi Pariwisata Disbudpar Kota Bandung, menekankan peran mobilitas dalam mendukung sektor pariwisata, terutama pada momentum Ramadan dan Lebaran. Ia menilai, akses mobilitas yang andal menjadi faktor penting dalam menghadirkan pengalaman wisata yang nyaman dan berkelanjutan.
“Khususnya dalam menjangkau destinasi budaya, kuliner, dan kawasan ekonomi kreatif, terutama saat lonjakan kunjungan di musim liburan dan Ramadan,” tambah Andika.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











