"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Man United Lebih Pilih Ini Jadi Pelatih Tetap, Carrick Dilewatkan?



Manchester United sering kali memilih pelatih dari luar, meskipun Michael Carrick menunjukkan performa yang mengesankan setelah kembali ke Old Trafford.

Sejak Carrick ditunjuk sebagai pelatih sementara bulan lalu, Manchester United berhasil mengumpulkan 13 poin dari 15 poin yang mungkin didapat. Mereka juga mencatatkan empat kemenangan berturut-turut sebelum akhirnya bermain imbang 1-1 melawan West Ham pada pertengahan pekan ini.

Saat itu, Setan Merah berada di posisi keenam klasemen Liga Inggris. Mereka memutuskan untuk memecat mantan pelatih Ruben Amorim, yang memiliki masa kepemimpinan yang tidak memuaskan selama 14 bulan. Meski ada peningkatan dibandingkan musim lalu ketika mereka finis di posisi ke-15, Manchester United masih kesulitan menjaga konsistensi.

Setan Merah juga tersingkir dari dua kompetisi piala domestik (Piala FA dan Piala Liga Inggris) di tahap awal. Selain itu, kritik publik terhadap para petinggi di Old Trafford menjelang pemecatan Amorim turut menjadi faktor dalam pengambilan keputusan tersebut.

Meski peluang lolos ke Liga Champions tampaknya kecil saat Amorim pergi, Carrick berhasil membawa tim kembali ke empat besar. Masa jabatan Carrick sebagai pelatih sementara dimulai dengan kemenangan mengesankan atas rival perebutan gelar, Manchester City dan Arsenal, kemudian mengalahkan Fulham dan Tottenham.

Performa Manchester United melawan West Ham tidak maksimal, tetapi gol penyama kedudukan Benjamin Sesko di waktu tambahan mempertahankan rekor tak terkalahkan Carrick.

Kembalinya Carrick ke Old Trafford awalnya hanya diharapkan bersifat sementara. Manchester United tetap berencana melakukan perekrutan pelatih permanen di akhir musim. Namun, performa gemilang tim di bawah mantan gelandang tersebut telah memicu seruan agar Carrick menjadi pengganti tetap Amorim.

Legenda Inggris, Wayne Rooney, menyatakan bahwa Carrick akan sulit untuk diabaikan jika performa Manchester United terus berlanjut hingga akhir musim. Namun, menurut laporan Sky Sports, Manchester United tidak mempercepat rencana mereka untuk menunjuk pelatih baru dan masih tidak menganggap Carrick sebagai kandidat favorit untuk posisi tersebut.

Beberapa nama seperti Thomas Tuchel, Carlo Ancelotti, Mauricio Pochettino, Oliver Glasner, Luis Enrique, dan Roberto De Zerbi dikaitkan dengan Manchester United sejak pemecatan Amorim. Menurut laporan Manchester Evening News, Tuchel muncul sebagai pilihan utama para pengambil keputusan di Old Trafford.

Tuchel mengambil alih kepemimpinan Timnas Inggris tahun lalu, tetapi ia hanya terikat kontrak hingga setelah Piala Dunia musim panas ini. Artinya, dia kemungkinan akan tersedia pada bulan Juli. Sebelum menjadi pelatih Timnas Inggris, Tuchel pernah melatih Bayern Munich, PSG, Borussia Dortmund, dan Chelsea, di mana ia memenangkan Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub.

Meskipun banyak hal bisa berubah sebelum akhir musim, mengabaikan Carrick akan cukup mengejutkan karena ia tampaknya sudah mendapatkan dukungan dari skuad Manchester United.

Kapten tim Bruno Fernandes telah berulang kali memuji mantan gelandang Inggris itu sejak ia mengambil alih posisi tersebut. Kiper Senne Lammens pun mengikuti jejaknya setelah hasil imbang melawan West Ham.

“Kita bisa senang dengan lima pertandingan pertama bersamanya sebagai pelatih,” kata pemain yang didatangkan Amorim dengan harga 18 juta pound pada musim panas lalu. “Hasil pertandingan melawan West Ham agak mengecewakan karena kami ingin terus menang dan sekarang, setelah dua minggu tanpa pertandingan, kami ingin memasuki periode itu dengan perasaan yang baik.”

“Tapi ini sedikit lebih baik karena kami mencetak gol di akhir pertandingan.”

“Salah satu keunggulan Carrick adalah komunikasi, kejelasan tentang apa yang diinginkannya.”

“Kami tahu apa yang harus kami lakukan dan menjalankan rencana tersebut.”

“Pertandingan melawan Man City dan Arsenal berbeda karena kami tidak perlu benar-benar menciptakan peluang sendiri.”

“Ini lebih tentang bermain kompak, bermain dengan serangan balik, dan menciptakan peluang, yang merupakan salah satu keunggulan kami. Kami tahu kami bisa bermain bagus melawan tim-tim tersebut.”

“Saat melawan Fulham dan Tottenham, kami harus memainkan gaya permainan kami sendiri.”

“Permainan kami tidak selalu indah, tetapi hasilnya ada, dan itu yang terpenting, sesuatu yang belum kami lakukan sepanjang musim ini.”

Karena tersingkir dari Piala FA oleh Brighton, Manchester United memiliki waktu istirahat hampir dua minggu sebelum kembali beraksi di Liga Inggris pada 23 Februari melawan Everton.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *