"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

76 Persen Pendapatan Penduduk Miskin Sumbar Digunakan untuk Makan, Harga Beras Jadi Penyebab Utama

Penduduk Miskin Sumatera Barat Masih Terfokus pada Kebutuhan Pangan

Pengeluaran penduduk miskin di Sumatera Barat (Sumbar) masih didominasi oleh kebutuhan pangan. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, sebanyak 76,36 persen pengeluaran penduduk miskin digunakan untuk konsumsi pangan. Hal ini menjadikan mereka sangat rentan terhadap kenaikan harga bahan makanan.

Pada September 2025, jumlah penduduk miskin di Sumbar mencapai 312,30 ribu orang atau 5,31 persen dari total populasi. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,05 ribu orang dibandingkan Maret 2025. Namun, tren penurunan ini tidak merata antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Persentase penduduk miskin di wilayah perkotaan turun dari 3,91 persen menjadi 3,75 persen, sedangkan di wilayah perdesaan justru naik dari 6,93 persen menjadi 7,03 persen.

Komoditas yang Mempengaruhi Garis Kemiskinan

Komoditas pangan memainkan peran penting dalam membentuk garis kemiskinan. Beras menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar, yaitu 20,73 persen di perkotaan dan 25,29 persen di perdesaan. Selain itu, rokok kretek filter berada di urutan kedua dengan kontribusi 12,38 persen di perkotaan dan 12,25 persen di perdesaan.

Komoditas lain yang memengaruhi garis kemiskinan antara lain cabe merah, telur ayam ras, tongkol, tuna, cakalang, daging ayam ras, bawang merah, dan roti. Sementara itu, komoditas bukan makanan seperti perumahan, bensin, pendidikan, listrik, perlengkapan mandi, dan angkutan juga memberi kontribusi terhadap garis kemiskinan.

Biaya perumahan menyumbang 6,38 persen di perkotaan dan 5,94 persen di perdesaan. Bensin menyumbang 3,14 persen di perkotaan dan 2,87 persen di perdesaan. Sedangkan pendidikan menyumbang 3,06 persen di perkotaan dan 1,53 persen di perdesaan.

Perkembangan Garis Kemiskinan

Garis kemiskinan di Sumbar pada September 2025 tercatat sebesar Rp776.517 per kapita per bulan. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 6,40 persen dibandingkan Maret 2025 dan naik 8,61 persen dibandingkan September 2024. Kenaikan garis kemiskinan juga terjadi di perkotaan sebesar 6,28 persen dan di perdesaan sebesar 6,55 persen pada periode Maret 2025 hingga September 2025.

Garis kemiskinan rumah tangga pada September 2025 tercatat sebesar Rp4.022.358 per rumah tangga per bulan. Rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin adalah 5,18 orang. Nilai ini menggambarkan batas minimum pengeluaran rumah tangga agar tidak dikategorikan miskin.

Perkembangan Jumlah Penduduk Miskin

Perkembangan jumlah penduduk miskin dalam periode September 2016 hingga September 2025 menunjukkan tren penurunan. Pada September 2016, jumlah penduduk miskin tercatat 376,51 ribu jiwa atau 7,14 persen. Pada September 2025, jumlah penduduk miskin tercatat 312,30 ribu jiwa atau 5,31 persen.

Pada periode Maret 2025 hingga September 2025, persentase penduduk miskin turun dari 5,35 persen menjadi 5,31 persen. Namun, Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan di Sumbar menunjukkan kenaikan pada periode tersebut.

Indeks Kedalaman Kemiskinan naik dari 0,736 menjadi 0,865, sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan naik dari 0,164 menjadi 0,221. Di wilayah perdesaan, nilai indeks lebih tinggi dibandingkan perkotaan. Indeks Kedalaman Kemiskinan di perkotaan tercatat 0,415, sedangkan di perdesaan mencapai 1,357 pada September 2025. Indeks Keparahan Kemiskinan di perkotaan tercatat 0,135, sedangkan di perdesaan tercatat 0,195.

Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan

Beberapa faktor memengaruhi tingkat kemiskinan di Sumbar pada periode Maret 2025 hingga September 2025. Inflasi umum Provinsi Sumbar tercatat sebesar 3,60 persen pada September 2025 terhadap Februari 2025. Pertumbuhan ekonomi Triwulan III-2025 tercatat sebesar 1,41 persen dibandingkan Triwulan I-2025. Konsumsi rumah tangga Triwulan I-2025 tercatat tumbuh 0,82 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai Tukar Petani pada Februari 2025 tercatat sebesar 130,17 atau naik 3,18 persen dibandingkan Maret 2025. Tingkat Pengangguran Terbuka pada Agustus 2025 tercatat sebesar 5,62 persen, turun 0,07 persen poin dibandingkan Februari 2025.

Struktur Konsumsi Rumah Tangga Miskin

Pengeluaran penduduk miskin Sumbar yang didominasi kebutuhan pangan menunjukkan struktur konsumsi rumah tangga miskin yang masih terfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar pangan. Struktur pengeluaran ini menjadikan kelompok penduduk miskin sangat sensitif terhadap perubahan harga komoditas pangan, terutama beras, cabe merah, telur ayam ras, dan ikan.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *