"Mengabarkan Enrekang, Menginspirasi Negeri"

Dosen UNS: Teknologi Serbuk Atasi Limbah Plastik dan Ban



Sebuah penelitian inovatif yang mengangkat isu pemanfaatan limbah plastik dan ban bekas sebagai bahan baku dalam pengembangan material baru telah membawa Heru Sukanto dari Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi seorang guru besar. Penelitian ini menawarkan solusi kreatif untuk mengatasi masalah lingkungan yang semakin serius, dengan memanfaatkan teknologi serbuk untuk merekayasa sifat material.

Heru akan menyampaikan hasil penelitiannya dalam pidato pengukuhan yang berjudul “Mensiasati Tantangan Limbah Plastik dan Ban Bekas Menjadi Potensi Bahan Baku Rekayasa Material Melalui Teknologi Serbuk” pada Selasa, 10 Februari 2026. Pengukuhan Heru bersama lima guru besar UNS lainnya akan dilaksanakan di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS dan dipimpin oleh Rektor UNS Hartono.

Dalam penelitiannya, Heru mengungkapkan tantangan besar akibat akumulasi limbah plastik dan ban bekas yang sulit ditangani melalui metode daur ulang konvensional. Limbah tersebut sering kali berakhir sebagai produk bernilai rendah atau memerlukan energi tinggi dalam proses pengolahannya.

Untuk mengatasi hal ini, Heru mengembangkan pendekatan teknologi serbuk, yaitu metode rekayasa material berbasis pengendalian sifat pada skala partikel. Limbah plastik dan ban bekas terlebih dahulu direduksi menjadi serbuk sehingga komposisi, ukuran, dan distribusi partikelnya dapat direkayasa sesuai kebutuhan sifat produk akhir.

“Setelah material berada dalam bentuk serbuk, perilakunya sangat ditentukan oleh sifat alir, luas permukaan, dan interaksi antarpartikel. Di sinilah rekayasa material dapat dilakukan secara sistematis,” ujar Heru saat konferensi pers pengukuhan guru besar di Kampus UNS, Senin, 9 Februari 2026.

Ban bekas memiliki tantangan tersendiri karena tersusun dari material elastomerik yang ulet dan kompleks. Untuk itu digunakan pendinginan kriogenik agar karet menjadi rapuh sementara dan lebih mudah digiling menjadi serbuk dengan konsumsi energi lebih rendah serta ukuran partikel yang lebih terkendali.

Riset tersebut juga menyoroti pentingnya pengendalian proses mixing, kompaksi, dan hot-press/sintering. Ketidakterkendalian pada tahap pencampuran dapat memicu segregasi dan aglomerasi partikel yang berujung pada cacat mikrostruktur. Sementara itu, kompaksi berperan besar dalam menentukan kepadatan awal (green density) yang memengaruhi kualitas ikatan dan densifikasi saat pemanasan.

Produk hasil campuran serbuk plastik dan karet ban berpotensi diaplikasikan pada berbagai komponen non-struktural hingga semi-struktural, seperti panel, ubin, elemen peredam, hingga komponen dengan kebutuhan ketahanan aus dan ketangguhan tertentu. Keberhasilan produk sangat ditentukan oleh stabilitas mikrostruktur, porositas residual, serta kualitas antarmuka plastik–karet.

“Teknologi serbuk bukan sekadar pendekatan teknis, melainkan strategi rekayasa material yang mampu meningkatkan nilai tambah limbah sekaligus mendukung agenda material berkelanjutan berbasis pemanfaatan residu,” tuturnya.

Selain Heru, lima guru besar lain yang akan dikukuhkan adalah Dwi Prasetyani sebagai guru besar dalam bidang kewirausahaan dan pemberdayaan perempuan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Ia akan menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Peran Perempuan Pengusaha Dalam Perspektif Holistik: Antara Bisnis, Keluarga, Agama, Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan”.

Berikutnya Muzzazinah sebagai guru besar dalam bidang biosistematika tumbuhan tinggi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dengan pidato pengukuhan “Indigofera Longeracemosa: Penemuan Kembali Manikam Berpotensi, Berpeluang Meningkatkan Marwah Batik”.

Dari FKIP pula, Harlita akan dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang embriologi dan perkembangan hewan. Ia akan menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Dari Limbah Menjadi Harapan: Aktivitas Kulit Biji Mete Sebagai Antifertilitas”.

Selanjutnya, Muhammad Agung Prabowo dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang akuntansi keuangan dan corporate governance, dengan pidato pengukuhan “Mereset Diskursus Corporate Governance di Indonesia: Esensi Teoretis, Dinamika Perkembangan, dan Bukti Empiris Multidimensi”.

Adapun Dewi Retno Sari Saputro menjadi guru besar dalam bidang statistika machine learning pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Pidato pengukuhannya berjudul “Dialektika Data Teks, Sentimen serta Realitas Sosial dalam Perspektif Statistika Machine Learning”.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *