Perjalanan Ekstrem Om Daeng: Dari Gowa ke Mekah Naik Yamaha XMAX
Perjalanan luar biasa yang dilakukan oleh Om Daeng, seorang biker asal Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi cerita inspiratif bagi banyak orang. Dengan mengendarai Yamaha XMAX, ia menempuh jarak 27.000 kilometer selama tujuh bulan, melewati 12 negara, dan akhirnya tiba di pelataran Kakbah di Mekah. Perjalanan ini bukan hanya sekadar touring, tetapi juga sebuah ibadah yang penuh tekad dan doa.
Tekad untuk Menunaikan Ibadah Umrah
Om Daeng, yang dikenal dengan nama lengkap Anshar, lahir pada tahun 1983 dan merupakan seorang biker yang sangat menyukai perjalanan lintas negara. Ia memulai perjalanannya dari Lumajang, Jawa Timur, pada 15 April 2025. Pada 5 Mei 2025, ia melepaskan motor Yamaha XMAX-nya dalam sebuah acara seremoni. Setelah tujuh bulan perjalanan, ia akhirnya tiba di Mekah pada 11 November 2025, dan kembali ke Indonesia pada akhir November 2025.
Selama perjalanan, ia melintasi 12 negara, termasuk Malaysia, Thailand, Laos, China, Kazakhstan, Uzbekistan, Tajikistan, Afghanistan, Iran, Uni Emirat Arab, Oman, dan Arab Saudi. Jarak tempuhnya mencapai sekitar 27.000 kilometer, melewati berbagai kondisi ekstrem seperti hujan, banjir, gurun pasir, bebatuan, dan jalan tanpa aspal.
Tantangan Terberat: Perjalanan ke Afghanistan
Afghanistan menjadi tantangan terberat dalam perjalanan Om Daeng. Ia harus menunggu hingga tiga hari di perbatasan untuk mendapatkan izin masuk. Rute ekstrem sepanjang 1.000 kilometer tanpa aspal juga membuatnya terguling beberapa kali. Di tengah kesulitan itu, ia menemukan bahwa masyarakat Afghanistan justru ramah dan menjaga keamanan. Pengalaman ini mengubah pandangannya tentang negara tersebut.
Klimaks Perjalanan: Tiba di Pelataran Masjidil Haram
Puncak emosional perjalanan terjadi saat Om Daeng tiba di pelataran Masjidil Haram. “Itu klimaks perjalanan saya. Saya menangis. Kakbah yang selama ini hanya saya lihat di televisi, sekarang ada di depan mata. Ternyata besar,” katanya. Tangis bahagia pun pecah saat ia melihat Kakbah yang menjadi tujuan utamanya.
Motor yang Digunakan: Yamaha XMAX Keluaran 2018
Motor yang digunakan Om Daeng adalah Yamaha XMAX keluaran 2018. Sebelum perjalanan ke Mekah, motor tersebut telah ia gunakan untuk touring keliling Indonesia selama hampir tiga tahun. “XMAX ini satu-satunya motor saya. Dulu pakai NMAX, tapi karena sering touring saya upgrade. Saya uji keliling Indonesia hampir tiga tahun, dan sampai ke Mekah masih tangguh,” ujarnya.
Perawatan motor dilakukan secara rutin setiap 2.000 kilometer. Ia juga memanfaatkan jaringan dealer Yamaha di sejumlah negara seperti Malaysia, Thailand, dan Uni Emirat Arab.
Biaya Perjalanan Tembus Rp300 Juta
Rencana perjalanan ke Mekah telah disiapkan Om Daeng sejak dua tahun sebelumnya. Ia riset rute, regulasi tiap negara, serta mengurus berbagai dokumen perjalanan. Untuk touring lintas negara, Om Daeng mengantongi paspor, visa, serta Carnet de Passages en Douane (CDP) atau paspor kendaraan. Beberapa negara bahkan hanya mensyaratkan BPKB motor.
Total biaya perjalanan selama tujuh bulan mencapai sekitar Rp300 juta. Biaya tersebut mencakup kebutuhan hidup, pengurusan dokumen, guide, bahan bakar, perawatan motor, hingga akomodasi kru dokumentasi.
Tips Touring ala Om Daeng
Dari pengalamannya, Om Daeng membagikan beberapa tips bagi biker yang ingin touring lintas negara:
- Harus benar-benar mencintai motor dan siap secara mental
- Wajib memiliki Carnet de Passages en Douane (CDP)
- Dokumen perjalanan harus lengkap dan siap diperpanjang
- Riset regulasi dan kondisi tiap negara
- Pastikan kondisi motor prima dan mudah diservis
“Kalau persiapan sudah matang, start saja dulu dan gaspol,” ujarnya.
Sosok Om Daeng
Anshar atau Om Daeng merupakan ayah dua anak. Ia asli Pakkatto, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dan dikenal menggunakan nama “Om Daeng” sebagai identitas suku Makassar. Sejak 2011, ia menetap di Lumajang, Jawa Timur, mengikuti kampung halaman istrinya.
Ia tergabung dalam komunitas Maxi Lumajang dan telah menjadi konten kreator otomotif selama empat tahun terakhir. Selain itu, Om Daeng juga memiliki beberapa usaha kecil. Penggemar Mario Irfan ini mengaku rindu kampung halaman, terutama Coto Makassar.
Tahun depan, ia berencana touring keliling Sulawesi termasuk Malino, Sulawesi Selatan sebelum melanjutkan misi touring ke Eropa.











